27 Agustus 2016, hari kedua dari 5 hari rangkaian MPKMB 53
yang telah direncanakan.
Agenda hari ini adalah perkenalan fakultas.
Kegiatan di pagi hari tetap sama seperti hari sebelumnya,
cuman yang beda adalah yang tadinya kita berbaris masuk laskar and garda
masing2, sekarang kita masuk barisan fakultas masing2. So, masuklah gue ke
dalam barisan anak2 FMIPA. Ga perlu ribet nyari barisannya sih sebenernya, udah
keliatan dari wajah2 warganya, wajah orang susah. Susah lepas rumus wkwkwk.
Setelah negosiasi banjar dan shaf, berangkatlah warga baru
FMIPA menuju GWW. Lucunya hari ini GWW cuman ada anak FMIPA. Sungguh terhormat
fakultas pencetus inovasi2 terbanyak di IPB ini. Terhormatnya fakultas dengan
jumlah departemen terbanyak ini -9 departemen. Terhormatnya fakultas dengan
dosen2 dan mahasiswa2 terbaik Indonesia ini.
Bangga saya bisa menjadi bagian dari FMIPA IPB.
Bagaimana dengan kegiatan di GWW?
Selayaknya susunan acara yang normal, acara dibuka dengan
basmalah, pembukaan oleh MC yang juga merupakan mahasiswa/i FMIPA. Acara
pertama yang tertera adalah pembukaan oleh Dekan –Dewan Perwakilan- FMIPA IPB,
Dr. Ir. Sri Nurdiati, M. Sc. Beliau membuka acara sekaligus memberikan semangat
kepada kami anak awam, menghilangkan galau berkepanjangan. Di sini gue sadar,
gue ga salah pilih IPB.
Ada yang pernah ngerasain sistem kurikulum mayor minor? Gue
masih ga paham sama ni kurikulum sampe sekarang.
Jadi salah satu syarat wisuda di IPB adalah keharusan untuk
menuntaskan 144 SKS dalam tempo yang tercepat dan efisien. Di tahun pertama
atau tahun PPKU atau TPB –Tahun Paling Bahagia- itu kita dikasih 36 SKS, total
SKS mayor adalah 90 SKS. Kesimpulannya kalo gue ga ngambil minor sama SC, gue
udah megang seengganya 126 SKS –masih dalam tahap pendugaan yang mendekati
kebenaran- yang nantinya akan menunjang kelanjutan pendidikan gue di sini.
Ada saran dari salah satu orang berpengaruh di IPB, Dr. Ir.
Kiagus Dahlan. Beliau menyarankan agar mahasiswa/i memilih SC –Support Course-
yang mudah untuk mempercepat masa kuliah, usahakan yang sekiranya kita duduk
doang langsung dapet “A”. Pak Dahlan sendiri adalah pemberi materi kefalkutasan
di acara MPF FMIPA IPB hari ini.
Selain acara2 berbasis pengenalan fakultas, dihadirkan pula
berbagai manusia yang menjadi motivator dadakan, sebagian terlihat
berpengalaman. Mulai dari mahasiswa penemu program anti-porn, mahasiswa/i
segudang passport, sampai bapak alumni yang kalo ngomong, gaya bicaranya kaya
raja Benteng Takeshi.
![]() |
| Gue duduk paling depan coy |
Lelah nyimak, hari sudah di tengah, digiringlah anak2 susah
menuju Al-Hurriyah –masjid agung IPB- yang berjarak –mungkin- 3 kilometer.
Lapar. Seandainya mengucap lapar adalah tindak kriminal, pasti aku tak berkepala
karena sebut lapar tak terhitung jari kali. Kenyang aku makan lapar.
Balik lagi ke GWW, acara dilanjutkan hiburan2, sampe akhirnya
gue boleh pulang wkwkwk. Cape gue dibuat pusing. Cape dibuat laper. Tapi alhamdulillah
gue dapet konsumsi. Gatau kenapa... mentang2 institut pertanian kali ya..
makanannya itu nagih banget. Apa karena gue laper kali wkwkwk.
Tapi asli, lu mesti coba makanan2 hasil inovasi anak IPB,
dari nasi analog yang bukan dari padi (beras), buncis yang rasanya gurih, telor
apalah tau, sampe semangka manis tanpa biji.
Udahan dulu ya. CAPE NIH!? Wkwkwk
SEE YA!



Tidak ada komentar:
Posting Komentar